

Dear Sahabat Jalan-jalan,

Kali ini saya mengajak
panjenengan sedaya ke sebuah Pulau yang so amazing tentunya… masih di Provinsi
Nusa Tenggara Barat, Pulau Gili Meno tepatnya… terletak di tengah diantara 3
gugusan Pulau tjantik di Lombok, sebelah kiri ada Gili Trawangan pulau terbesar
yang sudah ditampilkan di Blog ini edisi kemarin dan di sebelah kanan ada Gili
Air, Pulau terketjil dan masih misterius karena saya belum sempat kesana…



Pagi itu sang mentari masih
malu-malu pantjarkan sinarnya… tapi kami sudah bangun, sudah tak sabar untuk
menikmati adventure selanjutnya di Pulau yang memang belum pernah kami datangi…
Di cottage sederhana tepi pantai Gili Trawangan, wangi aroma teh sudah tertjium
menggoda… kami duduk di samping pasangan turis Perantjis yang sudah terlebih
dahulu menikmati kopi mereka… obrolan begitu hangat, renyah seperti krupuk
udang yang menemani fried chicken menu
breakfast pagi itu… topic seputar Lombok juga tentang tjuatja yang tidak begitu
bersahabat malam sebelumnya sehingga kami tidak bisa explore kehidupan malam di
Gili Trawangan yang terkenal dasyat… anyway, so far kami enjoy having
unforgettable time di sana.



Tidak sampai 5 menit jalan kaki
kami sudah sampai dermaga tempat kami menunggu boat yang akan membawa kami ke
Pulau Gili Meno, dengan membayar tiket Rp.25.000,00 per person kami sudah duduk
manis diantara turis mantja Negara yang mendominasi boat saat itu… tampak
dikejauhan Pulau ketjil nan hijau yang sudah menanti.




30 menit-an kemudian kami sudah
merapat di pantai …plang Selamat Datang terbatja jelas dari tempat kami turun
dari boat, kesan pertama yang terasa adalah… so peaceful, pulau ini calm, quite
malah… sueppiii sekali taka da suara lain selain debur ombak dan ringkikan kuda
yang sesekali lewat, sepedapun jarang… Jadi inget Phi Phi Island tempak
Leonardo Di Caprio maen film Beach.




Dengan bantuan Guide local kami
dapat cottage yang lumayan murah tapi besih dan indah, very much better than
our cottage before pas di Gili Trawangan… setelah rebahan sebentar kami having
lunch di restoran mungil yang menghadap ke laut luas… tentu menu andalan Pulau
Lombok tidak kami lewatkan, Pletjing Kangkung yang so crunchy menemani Ayam
Betutu yang pedas manis, yang pas banget untuk lidah orang Wonosari. Wow… really
wonderful moment tenan tjah! Tak hentinya kami bersyukur untuk kesempatan yang
indah ini… ini semua hanya karena AnugerahNya yang heran.




Berbekal beach towels, mineral
water dan some apples kami jalan di tepi pantai susuri pulau ini… The Adventure
begins…






Pertama tentu kami jumpai hotel,
restaurant, kafe, bar, souvenir shops dan bike rentals karena masih dekat
dengan dermaga… setelah itu rain forest yang teduh, setiap jengkal yang kami
lalui tentu mentjiptakan sensasi yang berbeda… tapi satu hal yang sama: sepi!
Dimana-mana sepi… jarang kami ketemu orang… suasana itu yang membuat kami
menjadi tenang, damai dan nyaman… tak ada gangguan klakson mobil atau dering
cellphone… I wish we could stay there forever….





Kamera saku yang kami bawa
merekan momen-momen indah yang kami lalui sepanjang jalan… sambil berguman,
tjoba kalau punya kamera SLR (singkatane opo mbuh!) pasti hasilnya jauh lebih
indah… ning ra popo ini aja dan sippp… (ngayemayemke ati!)




Setiap ada spot yang menurut kami
indah kami stop sebentar tjengar-tjengir mringis depan kamera dan ‘klik’ poto
sik… saat kami merasa lelah kami duduk-duduk dulu gelar beach towel dan ngaso…
sesekali nyebur ke air yang bening… untuk memghindari dehidrasi mineral water
selalu kami siapkan… sengaja kami tidak bawa snack, kami tjuma bawa Apel
tjemilan yang lebih sehat saat menempuh perjalanan dengan berjalan kaki yang
berjarak 5-7 km ini…



Dalam hati saya bersyukur
ditempatkan disisi Belahan Jiwa yang mau seiya sekata menjalani petualangan
ini… teriknya mentari yang membakar kulit ari tidak dia pedulikan… perawatan
salon yang selama ini dia jalankan
seakan dia lupakan… sinar matahari tidak menjadi musuh lagi! Pudji Gusti! :D
kurang lebih 3 jam kami tempuh untuk jalan kaki keliling satu pulau…

Menjelang sore kami sudah tiba
kembali di Cottage, bakso panas menjadi menu pilihan berikutnya dengan es jeruk
yang menyegarkan… yang membuat Diajeng sedikit heran selisih harga Rp.1000,00
antara Bakso yang Rp.15.000 dan es jeruk yang Rp.14.000… wes ra popo, rasah
dipikir banget-banget…

Pas perjalanan pulang di
sampingku duduk tjewek bule, iseng kenalan dan ngobrol ternyata dia dari
Perantjis… pas banget karna pernah ke Negara dia jadi obrolan nyambung
diselingi Bahasa Bonjour dia jadi tambah akrab dan lutju… ternyata Sofie
backpacker yang sudah 2 bulan di Indonesia… Wow!

Pulau ini memang sepi, entah
kenapa… kurang promosi atau memang tidak musim liburan, yang pasti keindahannya
jangan diragukan… Image-image berikut menjadi bukti betapa elok dan asrinya
Pulau yang berlabel : Gili Meno…
Gak rugi untuk sahabat semua
tjoba ke sana…
Dari Jogja dengan tiket Lion Air
seharga Rp.500-an ribu/person akan membawa kita langsung ke bandara Selaparang
Lombok NTB. Dari sana bisa menggunakan kendaraan umum atau taxi menuju dermaga,
perjalanan bisa ditempuh kurang lebih 2 jam-an. Dari dermaga tersedia kapal
kayu dengan 3 tujuan Pulau yaitu : Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Bisa
juga ditempuh dari Pantai Senggigi. Penginapan juga bersahabat mulai dari
Rp.150-an ribu… Signal juga bagus. ATM ada…
Pulau Lombok menjadi solusi tepat
bagi sahabat semua yang sudah bosen dengan Pulau Bali yang lebih dahulu
dikenal…
Untuk my dear sahabat yang di
Wonosari, jika kalian males perjalanan yang jauh tapi pingin menikmati
keindahan alam yang lovely… ning males ke Pulau Lombok atau Pulau Bali…
Mari ke Pulau Drini! …dul Tepus
lek… ha ha haaa… tenanan kij!!!
Salam Andreas Seluas Samodra,
kritik dan saran tetep kami harapkan untuk kemajuan Blok sederhana ini! Mugi
Gusti tansah mberkahi… amin.
A733 Freedom Oct 1
st,
2014 …2.30PM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar