Kiranya Kasih Sukatjita dan Damai Sejahtera menyertai Saudara senantiasa - Tuhan Memberkati, amin

Selasa, 09 Desember 2014

Singapore... just Amazing!

Hi guys...
           Jumpa lagi kita di bulan Desember yang penuh berkat ini, kali ini ada yang sedikit berbeda karena kita mo nyebrang ke negara tetangga yaitu Singapura... bukan dalam rangka plesiran tapi tjuma transit... yang pertama tgl 5 Juli 2013 dari Moscow ke Singapore dan 7 November dari Solo ke Singapore dengan 2 maskapai yang berbeda yang bernaung di satu perusahaan yaitu SQ /Singapore Airlines dan MI /Silk Air...


Banyak keuntungan transit di bandara Singapura, yang pertama Changi Airport termasuk 5 bandara terbaik di dunia, meliputi kebersihan kenyamanan dan keindahan, gak perlu penjelasan panjang lebar tentang hal ini, lewat foto-foto hasil jepretanku ini sudah membuktikan semua itu...

 Kebersihan dan keindahan yang membuat setiap orang yang transit merasa malas untuk melanjutkan penerbangan berikutnya... rasanya tidak seperti sedang berada di bandara...
Kitapun juga dimanjakan dengan jaringan Wifi yang super tjepat, tersedia komputer yang lebih dari tjukup untuk mereka yang tidak membawa laptop... ruang game yang lapang... kursi-kursi malas dan banyak lagi fasilitas penunjang yang lain yang membuat kita enggan beranjak...
Kita juga perlu tahu sejarah singkat Singapura yang saya kopas dari Wikipedia:
Singapura nama resminya Republik Singapura, adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mil) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dariKepulauan RiauIndonesia oleh Selat Singapura di selatan. Singapura adalah pusat keuangan terdepan keempat di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia.
Salah satu tempat diseluruh dunia dimana kita dengan mudah menjumpai Orang Indonesia adalah: Smoking Area... di bandara manapun di planet ini setiap ada Smoking Area, pasti disitu dikuasai orang Indonesia, it's not a joke tapi benar adanya. nah di Changi ini smoking areanya agak berbeda, mengambil ruangan terbuka di top roof dengan taman bunga yang didominasi warna kuning... warna yang minggu lalu sempat menjadi headline disemua media karena 2 kubu yang berseteru sehingga ada 2 munas juga dan 2 pemimpin yang saling memperebutkan legitiminasi pemerintah... whatever-lah... sungguh inovasi yang sangat kreatif (menurut saya) walaupun bukan perokok tapi saya sempatkan ke sana... isiss.... sembribit...

Selain itu pihak bandara juga menyediakan City Tour gratis bagi semua orang yang transit di Changi, tentu saya tidak melewatkan kesempatan beharga ini begitu saja... langsung daftar dan nunggu bis datang setiap 2 jam sekali... karena tur ini memakan waktu sekitar 2 jam... bisnyapun bukan bis ala kadarnya seperti Asri atau Jaya Sehati, tapi bis pariwisata yang nyaman dan adem + tour guide yang ramah yang menjelaskan setiap tempat yang kami lewati...

Keindahan negri Singa ini, membuat saya enggan untuk beranjak keramahan penduduknya juga menjadi modal utama negara ini dikunjungi wisatawan 2X lipat dari jumlah penduduknya... just wonderful

Semua orang Indonesia yang pernah singgah di bandara ini selalu berandai-andai... dengan penuh harap ...semoga someday negeri kita tertjinta ini juga akan mempunyai bandara yang seindah dan sebersih Changi ini, tapi kapan? na ini sulit dijawab!
ini dulu laporan pandangan mata dari tkp... sampai ketemu di edisi berikutnya, saran kritik dan masukan tetap saya nantikan... bye!

Jumat, 28 November 2014

Pantai Wohkudu


Hari-hari belakangan ini banyak surfing di Google tentang pantai-pantai baru yang belum pernah dikunjungi. Selain karena gak ada kerjaan juga karena internet gratisan dari 3… Yang membuat mata terbelalak karena kaget, ternyata ada 69 pantai yang tertjatat di 7 Ketjamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul ini… amazing!

Seperti yang sudah kami rentjanakan akhirnya kemarin tgl, 27 November 2014 jam 10 pagi kami putuskan untuk explore Pantai Baru di Ketjamatan Panggang. Menyebut nama Panggang berarti kita akan melewati jalan yang lumayan sepi dan lapang, tidak seperti jalur pantai Baron yang sudah berubah menjadi jalan metropolitan karena matjetnya, aneh ya… di Gunungkidul ini tjuma sepanjang  Jl.Baron yang sering matjet, nothing else!

Bekal piknik kali ini lumayan banyak dan berat, karena memang pantai yang dituju adalah pantai di negeri antah berantah yang jauh dari keramaian dan tempatnya yang tersembunyi di balik dua bukit. Dengan atjuan jalan yang didapat dari beberapa Blog dan semua sudah tersimpan rapi di HP jadulku, kami bergegas untuk berangkat, tjuatja sangat mendukung… sekitar 25-an derajat Celcius, gak begitu panas… seperti dugaan kami sebelumnya jalan raya Wonosari Panggang sangat lengang dan nyaman…
Kami juga melewati Suaka Marga Satwa Paliyan dekat Are latihan tempur TNI... juga tempat pembibitan tanaman ....

Setengah jam kemudian kami sudah sampai di Ketjamatan Panggang… tinggal tjari plang penunjuk arah ke pantai. Yang kami pilih Plang ke Pantai Gesing, karena pantai Wohkudu tepat di sebelah barat pantai Gesing. Lurus kami ikuti jalan tjor blok yang ada, tak ketinggalan kami beli air mineral di warung kampung yang kami lewati, sekedar untuk bertanya arah. Jalan yang berliku naik turun tidak kami hiraukan saking excited –nya kami akan pantai yang baru… 
dan imbasnya kami harus nyasar mentok sampai jalan buntu di Pantai Kesirat yang sangat terkenal bagi pagi para Mantjing Mania…


Setelah tanya untuk kesekian kalinya akhirnya sampai juga ke tempat parkir motor yang berupa gubug sederhana, sebenarnya gubug itu dipakai parkiran motor dan sepeda para petani setempat yang mengamankan kendaraan mereka dari terik matahari dan hujan. Gak ada tukang parkirnya, bayarnyapun alakadarnya, kami menyelipkan uang di atap gubuk (gak ngasih juga gak papa, kalau tega) so... masuk Pantai ini gratis tanpa melewati TPR, dari situ masih harus jalan turun bukit untuk sampai ke Pantai Wohkudu, sungguh suatu pengalaman yang menantang, jalannyapun tidak bisa dikategorikan jalan setapak yang bagus karena berbatu terjal, runtjing tidak beraturan dan sempit diapit semak yang gatal dan berduri…

Temukan pohon Kelapa yang menjadi penanda perjalanan tinggal separo lagi dari total 1km perjalanan yang harus ditempuh… diajeng sempat takut karena Kera ekor panjang yang banyak berseliweran di semak dan bebatuan… tapi don’t worry mereka jinak-jinak kok dan tidak menganggu.

Setelah ketemu jalan yang hampir 90’ kemiringannya, berarti kita sudah sampai... kita langsung disuguhi suatu pemandangan pantai dengan pasir putihnya dang diapit dua bukit… panjang pantainya hanya kira-kira 30-an meter. Ketjil memang untuk ukuran pantai di Gunungkidul, karena biasanya pantai-pantai di sini luas dan lapang.

Kepenatan setelah jalan dibawah terik matahari terbayarkan dengan memandang indahnya pantai satu ini, tjelukan yang sedjuk dan nyaman memanjang di sisi barat pantai… tikarpun kami tebarkan, kaki kami slonjorkan… nikmateee rekkk… udara segar angina laut yang menerpa pelan, uadeemmm sekali…

Sebelum kami sudah ada sepasang muda-muda yang asik mandi di pantai, bukan muda mudi karena memang 2 tjowok yang kelihatan intim akrab sekali, dari basa-basi yang kami lantjarkan mereka mengaku dari Sleman dan sudah sejak jam 9 pagi di sini. Selang setengah jam kemudian mereka harus pergi untuk melanjutkan ke pantai berikutnya.


Tinggallah kami berdua di pantai nan elok ini, just like our private beach… just two of us! Tak membuang-buang waktu segera kami klak-klik foto-foto mengabadikan moment indah ini. Berbekal Nikon D3100 dan Nikon Coolpix kami berpose sana-sini dengan gaya ala kadarnya...


Suasana yang sejuk berubah menjadi adem, mendung menggelantung di angkasa, kamipun bergegas untuk menyudahi piknik kali ini, dengan membawa pulang kesan yang tak terkatakan... benar-benar Our Quality time untuk bersama 'berdua' sadja...

Bagi yang suka berpetualang di alam bebas pantai ini sangat tjotjok untuk ditjoba, jangan lupa perlengkapan harus ditata sebelum memulai ekspedisi ini, minimal pakailah sepatu keds yang nyaman dan tidak litjin, bawa bekal makan dan minum settjukupnya, karena jarak dengan warung terdekat sekitar 5km, bawa jas hujan atau jaket anti air, karena saat kami disana hujan padahal di down town Panggang tjerah tjeria... gak bisa diprediksi-lah!



Jangan pernah merasa takut atau malu bertanya kepada Petani setempat yang kita temui di jalan, karena ke Pantai ini nihil petunjuk atau plang penanda. Sebab pantai ini memang tidak dibuka untuk umum, karena akses jalannya yang sulit. Mungkin 5 tahun ke depan pantai ini bisa menjadi tujuan wisata seperti pantai-pantai pendahulunya seperti Baron, Kukup dan Krakal.



Dear guys ini dulu info jalan-jalan kami... tunggu edisi berikutnya!