Kiranya Kasih Sukatjita dan Damai Sejahtera menyertai Saudara senantiasa - Tuhan Memberkati, amin

Rabu, 05 November 2014

Pantai Wediombo


Hai sahabat petjinta Jalan-jalan,
Masih di kawasan Kabupaten Gunungkidul, kali ini kita akan menuju ke Pantai Wediombo… arah tenggara di desa Jepitu kawasan Ketjamatan Girisubo, agak jauh memang.



Pantai ini sangat berbeda dengan pantai-pantai yang sudah kita kunjungi sebelumnya… biasanya pantai dengan hamparan pasir yang luas, tetapi pantai yang satu ini terjal berbatu, terdapat banyak tjelukan yang menyerupai kolam ketjil sehingga bagi kalian yang suka dengan ikan hias sangat tjotjok untuk mentjoba berburu dengan jarring ketjil atau bahkan hanya dengan tangan, sangat mengasikkan…




Tanggal 7 September 2012, Sehabis doa pagi di GBI kami bergegas untuk mewujudkan rentjana kami untuk ke pantai yang agak jauh… Jam masih begitu pagi, sekitar jam 7-an, sepanjang jalan kami temui anak-anak sekolah yang mulai berangkat… sampai di pos retribusipun masih tutup. Dalam sehari kami kunjungi 4 pantai yaitu Pantai Wediombo, Siung, Jogan dan Pok Tunggal.

 Sekedar bernostalgila dengan Beat yang kini sudah berpindah tangan... alias wis payu!

Karena pantainya yang suepi makanya sangat tjotjok bagi anak muda seperti kami... :D



Tapi untuk edisi kali ini saya hanya akan menampilkan Pantai Wediombo, pantai yang ‘kurang’ terkenal dibanding dengan kejayaan pantai Baron atau Indrayanti.





Saat sampai sanapun kami terlihat hanya sendiri, nobody else! Gak ada penjual makanan dan minuman, tjuma ada rumah tempat kami menitipkan motor yang dijaga seorang bapak paruh baya… tapi bukan berarti tidak ada warung ya guys, karena warungnya ada toilet umum juga tersedia, tapi ‘kebetulan’ tutup.





Jalan menuju pantai berupa tangga berundak yang tjuram, lumayan tinggi… kurang representative untuk ukuran pantai Gunungkidul…
Di bibir pantai banyak ditumbuhi pohon yang rimbun sehingga eyup tur isis (isis tenan dan bukan isis yang di irak yaa… :D ) Banyaknya pohon bukan tanpa masalah, karena otomatis daun dan ranting keringnya jatuh ke pantai sehingga membuat pantai dan airnya agak kotor penuh daun dan ranting kering…




Di sebelah timur pantai banyak nelayan yang sedang memantjing… hasilnya selain dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari juga ditawarkan kepada para pengunjung yang ingin mentjoba ikan laut segar hasil pantjingan mereka. Jenis ikan yang mereka dapat ikan-kan yang sama yang kami jumpai di pasar Wonosari, namanya apa – kurang paham!

Sampai ketemu di edisi berikutnya...

Taman Buah Mangunan Bantul


Hari masih pagi, tapi kami sudah siap untuk memenuhi ajakan keluarga Andy Kharawanta ke Jogja…

Pagi yang tjerah di Hari pertama Chandra ke tiga Warsa 2014, beberapa hari yang lalu sahabatku satu ini tjerita tentang tempat nan elok di dataran tinggi Kabupaten Bantul, yang tidak begitu jauh dari Ketjamatan Playen Gunungkidul.


Nama yang masih asing bagiku, karena selama ini aku hanya memfokuskan wisata di Kabupaten Gunungkidul, terutama Pantai. Perjalanan hanya kurang lebih 1 jam ditempuh dari Wonosari. Lewat Imogiri, Makam Raja-raja Mataram, yang sudah lebih dahulu dikenal.

Tempat itu bernama Kebun Buah Mangunan, Terletak di Ketjamatan Dlingo, dari kota Jogja berjarak sekitar 35Km. Area seluas lebih dari 23 hektar itu mulai dibangun tahun 2003 oleh pemerintah kabupaten Bantul. Berada di ketinggian 150-200M dari permukaan laut... entah karena belum musimnya atau memang tidak berbuah, sepanjang kami explore taman tersebut tidak menjumpai satu buahpun… pohon buah yang mendominasi adalah Durian, rambutan, salak, mangga, jambu air, pisang, nangka dan lain-lain.

Per orang dikenakan biaya masuk Rp.5000,- sudah termasuk parkir kendaraan. Setelah agak naik kami sampai di Spot terbaik dari tempat ini… dengan pagar beton kami bisa memandang pemandangan nan hijau perbukitan dengan sungai dibawahnya… indah memang, disebelah selatan kita juga bisa melihat Laut, dibawah sungai Oya membentang... untung sekali tjuatja hari itu begitu tjerah sehingga sempurna sekali pemandangannya…





Karena tidak ada yang jualan di tempat tersebut, sebaiknya kalau mau kesana membawa bekal sendiri, keluar dari area itupun juga jauh dari rumah penduduk sehingga sulit juga untuk menemukan toko atau warung…



Udara yang segar, angin sepoi sepoi seakan menerbangkan kami ke alam lain… ingin rasanya berlama-lama di tempat ini, damai rasanya… sedjenak kami melupakan segala beban masalah yang ada… dan hanya terpaku pada keindahan tjiptaan Tuhan yang luar biasa amazing, kamipun disadarkan untuk selalu menjaga alam, melestarikan hutan dan mentjintai tumbuhan.





Sungguh suatu pengalaman yang sangat berharga! Utjapan terima kasih kami untuk keluarga Andy SpiritNet Semanu yang sudah memperkenalkan surga ini ke kami!







Sampai ketemu di edisi berikutnya…

Salam Andreas Seluas Samodra!